RSS

Ekologi Pangan Dan Gizi : Antropologi Gizi

BAB I
PENDAHULUAN


I.1 LATAR BELAKANG
Faktor budaya sangat berperan penting dalam status gizi seseorang. Budaya memberi peranan dan nilai yang berbeda terhadap pangan dan makanan.Misalnya tabu makanan yang masih dijumpai di beberapa daerah. Tabu makanan yang merupakan bagian dari budaya menganggap makanan makanan tertentu berbahaya karena alasan-alasan yang tidak logis. Hal ini mengindikasikan masih rendahnya pemahaman gizi masyarakat dan oleh sebab itu perlu berbagai upaya untuk memperbaikinya. Pantangan atau tabu adalah suatu larangan untuk mengonsumsi suatu jenis makanan tertentu karena terdapat ancaman bahaya atau hukuman terhadap yang melanggarnya. Dalam ancaman bahaya ini terdapat kesan magis yaitu adanya kekuatan supernatural yang berbau mistik yang akan menghukum orang-orang yang melanggar pantangan atau tabu tersebut (Suhardjo, 1989).
Pada kehidupan modern, ada hal-hal yang secara tradisi belum tentu usang atau kuno. Bahkan hal yang tradisi mengalami perubahan makna menjadi makna eksotis, yaitu ciri khas yang bernilai ekonomi, sosial, dan budaya. Banyak kalangan merindukan masa lalu untuk hadir kembali ke masa ini dalam balutan modern. Hal ini disebut transformasi budaya. Secara global pun terdapat pergeseran nilai untuk kembali kepada alam (back to nature), seperti pada upaya mempopulerkan kembali pada minuman air putih , pemanfaatan tanam-tanaman obat secara alamiah untuk penyembuhan penyakit, osmetika dan stamina kesehatan. Hal ini sangat relevan karena dalam perspetif posmodern, konsep-konsep “the past in the present” merupakan fenomena budaya yang berimplikasi pada peningkatan kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. Hal ini pada akhirnya bermuara pada konsep penguatan identitas budaya sebagai bagian dari sistem ketahanan sosial budaya masyarakat yang dalam aplikasinya memberi signifikansi positif terhadap ekonomi, seperti tumbuhnya rumah makan yang menyajikan menu tradisional dan uliner maupun obat-obatan yang mampu memperkuat identitas budaya yang dapat dijadikan kekuatan eonomi dan ketahanan nasional (Effendi, 1993).

I.2 RUMUSAN MASALAH
1.    Bahan pangan apa saja yang dianggap tabu oleh masyarakat tetentu dalam siklus gizi daur hidup?
2.    Bahan pangan apa saja yang menjadi anjuran atau dianjurkan kepada masyarakat lewat siklus gizi daur hidup?

I.3 TUJUAN
1.    Untuk mengetahui bahan pangan yang tabuh di mata masyarakat dalam siklus gizi daur hidup.
2.    Untuk mengetahui bahan pangan yang diajurkan atau menjadi anjuran kepada masyrakat dalam siklu gizi daur hidup.

I.4 METODE PENULISAN
Metode penulisan dalam makalah ini adalah menggunakan studi pustaka yaitu mencari dan menyimpulkan beberapa literature yang berhubungan dengan isi makalah ini.

BAB II
ISI & PEMBAHASAN

Kuliner yang di dalamnya terdapat makanan rakyat merupakan folklor material bukan lisan terdiri dari konsep makanan, bahan makanan, cara memperoleh makanan, cara mengolah makanan, cara penyajian, dan fungsi makanan. Sesuatu disebut makanan atau bukan sangat ditentukan oleh kebudayaan kolektif masingmasing. Dalam kenyataan sehari-hari, makanan adalah yang tumbuh di sawah, ladang, kebun, laut, yang dipelihara di halaman, padang rumput, daerah pertanian dan peternakan, yang dibeli di warung, pasar, restoran. Dalam sudut ilmu pandang antropologi, folklor makanan merupakan fenomena kebudayaan, oleh karena itu makan bukan sebagai produksi organisme dengan kualitas-kualitas biokimia yang dokomsumsi oleh manusia. Makanan merupaan bagian dari upaya mempertahankan hidup yang ditentukan oleh kebudayaan masing-masing kolektif (james, 2002)

Agar makanan dapat dikonsumsi, perlu diperoleh dahulu oleh cap persetujuan dan pengesahan dari kebudayaannya. Cara memperoleh makanan ada bermacam-macam, namun dalam garis besarnya dapat digolongkan ke dalam dua kategori, yaitu langsung mengambilnya dari alam seperti berburu, memancing dan menangkap ikan, juga melalui pembudidayaan seperti menanam padi di sawah, menanam sayur di ladang, dan sebagainya. Untuk kegiatan memperoleh makanan sering diiringi pula dengan upacara-upacara kepercayaan/keyakinan/keagamaan, baik yang sederhana maupun yang kompleks. Demikian pula cara pengolahan makanan dapat dilihat berdasaran sifat alamiah maupun sifat kebudayaan melalui tatacara kebudayaannya yang terkait dengan lingkungan alam, budaya, dan tata kebiasaannya. Ada makanan mentah, dimasak, peragian (fermentasi) , marinate (penggaraman), dam sebagainya (George, 2007).
 Cara penyajian makanan dibedakan disajian untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk sesaji yang bersifat ritual keagamaan. Cara penyajian makanan untuk sehari-hari adalah sederhana, sedangkan untuk pesta atau upacara lebih rumit, bahkan tampak lebih sedap dipandang daripada dimakan. Dari cara penyajian makanan dapat dikaji ukuran taraf perkembangan dari kebudayaan suatu suku bangsa. Jenis makanan memiliki arti simbolik dalam arti mempunyai arto sosial, budaya, agama, dan lain-lain. Arti sosial mempunyai fungsi kemasyarakatan seperti untuk mempererat kesatuan desa, memperkokoh kedudukan golongan tertentu dalam masyarakat, membedakan status golongan berdasarkan jenis kelamin, usia, kasta, dan lain-lain. Oleh sebab itulah dalam perspetif budaya, makanan dapat sebagai ungkapan ikatan sosial, makanan dapat sebagai solidaritas kelompok, makanan dan ketengan jiwa, dan simbolisme makanan dalam bahasa (james, 2002).
Berbagai pantangan makanan bagi ibu hamil yang berdasarkan faktor-faktor sosial budaya dan lingkungan di dalam masyarakat, disadari atau tidak, faktor-faktor kepercayaan dan pengetahuan budaya seringkali membawa dampak baik positif maupun negatif terhadap kesehatan ibu dan anak. Pola makan, misalnya, fakta dasarnya merupakan salah satu selera manusia dimana peran kebudayaan cukup besar. Hal ini terlihat bahwa setiap daerah mempunyai pola makan tertentu, termasuk pola makan ibu hamil dan anak yang disertai dengan kepercayaan akan pantangan, tabu, dan anjuran terhadap beberapa makanan tertentu (Anonim, 2009).


Dampak negatif pantangan makan makanan tertentu pada ibu hamil adalah seperti pantang makan ikan laut yang merupakan sumber asam folat dan protein tinggi, sumber zat besi seperti pada dagin buah-buahan yang kaya akan vitamin dan makanan lain yang mengandung zat-zat lain yang berguna bagi tubuh. Dengan pantang memakan jenis makanan tersebut justru akan berdampak negatif bagi kesehatan ibu dan janin. Konseling dan penyuluhan sangat diperlukan untuk merubah persepsi yang salah tersebut (Anonim, 2009).
Sedangkan dampak positif pantangan makan makanan tertentu pada ibu hamil adalah seperti makan buah nanas dan durian karena jika dimakan maka akan menyebabkan rasa panas pada perut ibu. Rasa panas itu timbul karena efek gas yang dihasilkan oleh buah-buahan tersebut dan itu tidak baik bagi kesehatan ibu dan janin (Anonim, 2009).
Untuk kesehatan ibu selama kehamilan maupun pertumbuhan dan aktivitas diferensiasi janin, maka ibu dalam keadaan hamil harus cukup mendapatkan makanan bagi dirinya sendiri maupun kuantitasnya harus ditambah dengan zat-zat gizi dan energy agar ibu dan janin dalam keadaan sehat. Makanan yang dikonsumsi ibu hamil berguna juga dalam memudahkan kelahirannya dan untuk produksi ASI bagi bayi yang akan dilahirkan. Demi suksesnya kehamilan keadaan gizi ibu pada waktu konsepsi harus dalam keadaan baik, dan selama hamil harus mendapat tambahan protein, mineral, vitamin, dan energy (Anonim, 2009).


A.     BAHAN PANGAN yang TABUH oleh MASYARAKAT TERTENTU DALAM SIKLUS GDH

*                  IBU HAMIL DAN MENYUSUI

5
 

Di berbagai suku juga dipercaya bahwa pada saat seorang wanita dinyatakan positif hamil, maka ia tidak diperbolehkan mengkonsumsi makanan tertentu (tabu) untuk menjaga perkembangan dan kelahiran yang sehat. Banyak yang percaya bahwa pada awal kehamilan, makanan yang asam atau memiliki bagian yang tajam (ikan lele, ikan pari yang berduri, dan nanas) harus dihindari karena makanan tersebut berhubungan dengan komplikasi pada kehamilan (seperti aborsi, pendarahan). Makanan yang harus dipantang (tabu) juga ditekankan untuk menghindari terjadinya tanda lahir dan juga cacat pada bayi (Effendi, 1993)
Masyarakat Kalimantan Barat juga mempunyai pandangan dan budaya tentang makanan secara spesifik. Ada pantangan tertentu yang tidak bisa diberikan kepada ibu hamil dan menyusui karena berbagai keyakinan. Padahal jika ditinjau dari segi kebutuhan gizi, makanan tersebut diperlukan untuk menunjang pertumbuhan janin dan balita. Selain itu ada jenis yang diajurkan untuk dikonsumsi secara terus menerus dalam jumlah banyak. Namun dari segi kandungan gizi tidaklah mencukupi (George, 2007).
Berikut beberapa contoh tabu makanan ataupun mitos di Indonesia  bagi ibu hamil :

1.    Mengonsumsi daun kelor menyebabkan proses kelahiran sakit
Tabu makanan atau mitos ini berasal dari daerah Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Bagi ibu hamil dilarang makan daun kelor, jika makan dapat menyebabkan proses kelahiran sakit  (Azharflz,2011).
Fakta
Ketika melahirkan memang normal jika merasa sakit. Rasa sakit itu disebabkan oleh kontraksi rahim dan peregangan mulut rahim, peregangan dasar panggul, dan pelepasan plasenta. Jadi tidak ada kaitan antara makan daun kelor dengan nyeri saat melahirkan. Mitos tersebut justru merugikan ibu hamil. Sebab daun kelor merupakan salah satu sayuran yang kaya kandungan gizi. Kandungan vitamin A daun kelor setara 4 kali kandungan vitamin A pada wortel, 7 kali kandungan vitamin C pada jeruk, 4 kali kandungan mineral calcium dari susu, dan 9 kali kandungan protein dari yoghurt.

2. Ibu hamil tidak boleh makan pisang, nanas, dan mentimun
Mitos ini dipercaya oleh sebagian masyarakat di Jawa karena  bias mengakibatkan keputihan. Bahkan mereka percaya bahwa nanas bisa menyebabkan keguguran (Dyahumi, 2010).
Fakta
Konsumsi pisang, nanas, dan mentimun justru disarankan karena kaya akan vitamin C dan serat yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan melancarkan proses pembuangan sisa-sisa pencernaan. Adapun keputihan tidak selalu membahayakan. Saat hamil maupun melahirkan, adalah normal jika ibu mengalami keputihan. Kecuali jika keputihan tersebut terinfeksi oleh bakteri, jamur, dan virus yang biasanya ditandai dengan keluhan gatal, bau tidak sedap, dan warnanya kekuningan, kehijauan, atau kecoklatan.
3.    Mengonsumsi ikan laut, ikan asin, udang dan kepiting menyebabkan ASI menjadi asin
Di masyarakat Betawi, berlaku pantangan makan ikan laut, ikan asin, udang dan kepiting karena dapat menyebabkan ASI menjadi asin (Anonim,2009)
Fakta :
Padahal, protein yang terkandung dalam ikan laut, ikan asin, udang dan kepiting dapat meningkatkan kecerdasan otak si anak.
4.    Minum air es akan menyebabkan bayi besar
Sering minum es saat hamil menyebabkan bayi besar dan akan sulit lahir(Anonim,2009).
Fakta :
Bayi besar biasanya berhubungan dengan ibu hamil yang mempunyai penyakit kencing manis. Jadi mungkin es ini diminum oleh ibu hamil yang memang dengan riwayat penyakit kencing manis. Jadi bukan minum es lalu menyebabkan bayi besar karena air es akan dikeluarkan oleh tubuh sebagai keringat atau air seni.
5.    Makanan pedas akan menyebabkan bayi lahir dengan bercak kulit kemerahan atau berkulit lebih gelap.
Makan makanan pedas saat hamil akan menyebabkan bayi lahir dengan bercak kulit kemerahan atau bayi akan berkulit lebih gelap/hitam (Kirana,2010).
Fakta:
Warna kulit seseorang tidak ditentukan oleh makanan pedas, tapi faktor genetik dari orang tuanya. Dan faktanya bahwa makan makanan pedas saat hamil, membuat rasa tak enak di perut apalagi bila anda sedang mual, jadi bukan karena menyebabkan bercak kemerahan pada kulit.
6.    Jeruk akan meningkatkan lendir pada bayi dan resiko kuning pada bayi baru lahir.
Jangan makan jeruk terlalu sering akan meningkatkan lendir pada paru bayi dan resiko kuning saat bayi lahir(Kirana, 2010).
Fakta:
 Jeruk adalah sumber vitamin C dan serat yang baik.
7.    Minum air kelapa dapat mempercepat persalinan dan menyuburkan rambut bayi
Fakta :
Belum ada penelitan yang membuktikan mitos ini karena lancarnya persalinan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun air kelapa muda memang berkhasiat untuk menjadikan air ketuban putih dan bersih.
Sementara itu minum air kelapa muda atau hijau tidak berkaitan dengan rambut bayi. Lebat tidaknya rambut bayi tidak ditentukan oleh minuman ataupun makanan tertentu yang dikonsumsi Ibu selama hamil, melainkan karena faktor keturunan. Banyak lagi mitos kehamilan lainnya yang terdapat dalam masyarakat kita. Ketika anda sedang hamil dan mendapatkan berbagai nasihat atau pantangan, ingatlah untuk selalu mendapatkan fakta dan kebenaran secara medis atau ilmiahnya. Anda dapat bertanya kepada dokter anda untuk memastikannya sebelum anda hanya sekedar mengikutinya (Anonim,2009)

 MASYARAKAT UMUM 
a. Terung Sebabkan Loyo
Belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan hal tersebut. Mungkin lantaran orang begitu terpaku pada persamaan bentuk terung dengan penis. Padahal, meski sepintas terlihat sama, penis dipenuhi pembuluh-pembuluh darah yang otomatis akan terisi penuh begitu terjadi peningkatan libido atau dalam keadaan terangsang. Sementara terung, diapa-apain pun akan tetap loyo karena strukturnya memang berbeda. Nah, cuma mitos, kan? (Anonim, 2010)
b.  Nenas, Pepaya, Semangka, Mentimun, Dan Labu Siam Menyebabkan Keputihan
Jenis makanan pantangan bagi wanita dan laki-laki dewasa lebih banyak karena alasan yang menyangkut dengan organ reproduksi. Hal ini berlaku pada sebagian besar penduduk di Bogor. Makanan tersebut kebanyakan adalah sayur dan buah yang banyak mengandung air, misalnya nanas, pepaya, semangka, mentimun, dan labu siam. Jenis makanan tersebut dianggap bisa menyebabkan keputihan (Anonim,2009).
Keputihan terjadi apabila ada reaksi asam yang banyak atau berlebihan pada lambung. Nanas seperti juga buah yang lain pada saat kita mengkonsumsi biasanya setelah makan makanan lain masuk ke lambung. Padahal kita tahu buah-buahan merupakan bahan yang lunak dan paling mudah dicerna dalam lambung.  Dengan terjadinya cara makan buah-buahan dilakukan setelah makanan yang lain maka gula buah yang sudah diproses  harus segera disaluran sebagai energi terhambat oleh proses makanan lain. Tehambat proses aliran gula buah menjadi energi mengakibatkan terjadinya proses peragian dalam lambung. Keadaan asam ini justeru mengakitfkan beberapa bakteri yang bisa merusak (membusukan ) makanan dalam lambung, yang akhirnya akan dikeluarkan oleh tubuh dalam bentuk lendir. Lendir inilah yang disebut keputihan(Anonim, 2009).
Jelas bahwa bukan nanas yang menyebabkan keputihan, namun perilaku kita. Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya keputihan  dalam hal pola makan perlu diperbaiki, yaitu menyantap nanas atau buah-buahan pada umumnya setengah jam lebih awal sebelum makan siang maupun makan malam.
Selain tidak terbukti nanas sebagai biang keladi keputihan, sebenarnya nanas justeru mempunyai kandungan fosfor, kalsium dan magnesium yang berfungsi mengaktifkan fungsi reproduksi pada wanita

c.  Makanan yang jatuh ‘belum 5 detik’ masih aman dinikmati
Begitu jugakah kebiasaan Anda saat makanan Anda jatuh? Ayo ubah kebiasaan Anda mulai sekarang! Makanan yang jatuh tidak bisa ditoleransi walaupun hanya 1 detik saja. Tahukah Anda? Bakteri yang ada di permukaan lantai yang telah terkontaminasi sangat cepat masuk ke dalam makanan yang jatuh, bahkan lebih cepat dari gerakan refleks Anda.
Dalam sebuah penelitian, seorang ahli makanan di Clemson University, Paul Dawson, Ph.D., bersama para siswanya mengontaminasi permukaan lantai dengan bakteri Salmonella. Setelah itu, mereka menjatuhkan dua potong roti di atas lantai tersebut (Anonim, 2010.


B.       BAHAN PANGAN yang DIANJURKAN SESUAI SIKLUS GDH
         Bahan pangan yang dianjurkan atau menjadi anjuran bagi masyarakat sesuai dengan siklus GDH antara lain sebagai berikut (George, 2007):

Lemak dan Zat Putih Telur: Stabilisator Kadar Gula
Penderita yang tidak ingin kadar gulanya turun drastis saat olahraga (jalan sehat, misalnya), harus memperhatikan bahwa makanannya juga cukup mengandung lemak dan zat putih telur. Keduanya mampu menghindari turunnya kadar gula secara drastis. Tentu saja kedua zat ini bukan sebagai pemain utama, tetapi mereka jangan dihindari secara total (Anonim, 2009).

Madu
Keluarlah dari perutnya (lebah) minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia.” (An-Nahl: 69)
Madu memiliki kandungan gizi tinggi antara lain zat gula (glukosa dan fruktosa), asam amino, dan vitamin. Kandungan mineral dalam madu
antara lain kalium, natrium, kalsium, magnesium, zat besi, phosphor, mangan, dan sulfur. Kandungan vitaminnya antara lain thiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, piridoksin, dan asam askorbat (Anonim,2009)
Dilihat dari kandungan asam folatnya, madu sangat baik dikonsumsi ibu hamil. Asam folat merupakan nutrien penting bagi pertumbuhan janin. Kekurangan asam folat pada masa awal kehamilan dapat menyebabkan bayi yang lahir beresiko besar mengalami cacat bawaan pembuluh syaraf.
Madu yang diberikan kepada bayi yang telah makan dan minum selain ASI, dapat memacu pertumbuhan sel darah merah dan otaknya. Madu juga baik bagi pertumbuhan gigi bayi. Karena, madu mengandung antibiotika yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk.
Kandungan mineral dalam madu bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi yaitu sebagai anti bakteri yang ada di mulut, menjaga kekuatan enamel dan dentin (Anonim, 2009).
 Yodium Itu Penting
Penderita kencing manis itu terganggu metabolisme tubuhnya, karena itu sering timbul penyakit hypo-tiroid. Jodium berguna untuk mengatasi hal ini dan zat jodium ditelan oleh penderita dalam wujud tablet. Penderita juga bisa mengatasi kekurangan jodium dengan makan ikan laut. Setidaknya satu kali dalam seminggu (Anonim, 2010).
 Gandum: Makanan Sehat
Produk yang mengandung gandum dan biji-bijian sangat baik dan dianjurkan untuk dimakan bagi penderita kencing manis, sebab tidak akan menaikkan kadar gula dalam darah secara drastic(Anonim,2009).

Tempe
 Sekalipun berasal dari rumpun kacang-kacangan, tempe sangat ampuh dalam menurunkan kolesterol. Tempe memiliki kandungan niacin yang mampu menurunkan kolesterol. Tempe mengandung niacin 5 x lebih banyak daripada kedelai. Selain juga mengandung isoflavon yang sudah teruji bisa menurunkan kolesterol (Anonim,2010).

Teh
Menurut penelitian, EGCG (epigallocatechin gallate), yaitu komponen bioaktif paling dominan dalam teh terbukti mampu mencegah percepatan oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat). Artinya dengan mengonsumsi teh setiap hari dalam jumlah yang wajar, risiko penyumbatan pembuluh darah penyebab penyakit jantung dapat dikurangi.
Ibu hamil memang tidak boleh sembarang mengkonsumsi makanan demi kesehatan sang ibu maupun bayi dalam kandungan, ada makanan yang boleh dimakan atau makanan yang di anjurkan untuk ibu hamil ada juga makanan yang dilarang bagi ibu hamil.  Makanan yang dianjurkan untuk ibu hamil yaitu buah-buahan segar tapi ada juga buah2an segar yang juga tidak boleh di makan oleh ibu hamil, artinya seorang yang sedang hamil apapun makanan yang hendak dikonsumsi harus selektif dan tidak boleh sembarangan (Anonim,2011) .

KESIMPULAN

v  Faktor budaya sangat berperan penting dalam status gizi seseorang. Budaya memberi peranan dan nilai yang berbeda terhadap pangan dan makanan.Misalnya tabu makanan yang masih dijumpai di beberapa daerah. Tabu makanan yang merupakan bagian dari budaya menganggap makanan makanan tertentu berbahaya karena alasan-alasan yang tidak logis. Hal ini mengindikasikan masih rendahnya pemahaman gizi masyarakat dan oleh sebab itu perlu berbagai upaya untuk memperbaikinya. Suatu kepercayaan tradisional mengenai berbagai pantangan makanan bagi ibu hamil, seringkali membawa dampak positif maupun negatif terhadap kesehatan ibu dan anak.

v  Pertumbuhan janin yang baik dibutuhkan berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin C, asam folat, zat besi, kalsium, zink.

v  Demi suksesnya kehamilan keadaan gizi ibu pada waktu konsepsi harus dalam keadaan baik, dan selama hamil harus mendapat tambahan protein, mineral, vitamin, dan energi. Karena Makanan yang dikonsumsi ibu hamil berguna juga dalam memudahkan kelahirannya dan untuk produksi ASI bagi bayi yang akan dilahirkan

v  Makanlah makanan yang mengandung :
o   Vitamin, seperti terdapat pada : ikan, jeruk, daging ayam tak berlemak, sayuran hijau dll.
o   Kalsium, seperti terdapat pada : Susu , yang berfungsi untuk pembentukan tulang, dll.
o   Zat Besi, seperti terdapat pada : Hati, telur, dan daging.
o   Zink, seperti terdapat pada : Makanan Laut.
o  

Magnesium, seperti terdapat pada : Biji-Bijian, susu dan daging.
o   Yodium, seperti terdapat pada : Garam beryodium, makanan laut.
o   Fospor, seperti terdapat pada : Telur, daging dan susu.
o   Banyak minum air putih mineral

v  Dianjurkan untuk Berkonsultasi kepada seorang tenaga ahli yang professional, seperti Bidan, ahli gizi, ataupun dokter. Agar saran yang diberikan tepat dan aman.

DAFTAR PUSTAKA

Effendi, Samsoeri. 1993. Ensiklopedi Tumbuh-tumbuhan. Surabaya: Karya Anda.

George, Susan. (terj. Sandria Komalasari). 2007. Pangan dari Penindasan dampai ke Ketahanan Pangan. Yogyakarta: Insist.

Suhardjo. 1989. Sosio Budaya Gizi. Bogor : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, dan Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi IPB.

Anonim. Inilah Mitos Kehamilan Yang Harus Anda Tolak [serial on the internet]. 2010 [cited 2011 Mar 21]; Available from :

Anonim.  Pengaruh Kepercayaan Tradisional Bagi Ibu Hamil [serial on the internet]. 2009 [cited 2011 Mar 21]; Available from :

Anonim. Nanas Penyebab Keputihan? [serial on the internet]. 2010 [cited 2011 Mar 21]; Available from :


Azharflz. Mitos Ibu Hamil Dilarang Makan Daun Kelor. [serial on the internet]. 2011[cited 2011 Mar 21]; Available from :

Dyahumi. Tabu Pada Makanan [serial on the internet]. 2010 [cited 2011 Mar 21]; Available from :

 Kirana. Mitos Makanan dalam Masa Kehamilan [serial on the internet]. 2010 [cited 2011 Mar 21]; Available from :



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar