RSS

Penyelenggaraan Makanan Di Tempat Kerja

Tujuan:
        ”meningkatkan keadaan kesehatan dan gizi tenaga kerja, sehingga dapat meningkatkan pula efisiensi dan produktivitas kerja”.
Yang dimaksud dengan penyelenggaraan makanan adalah
        “semua proses, mulai dari merencanakan anggaran belanja sampai ke makanan di konsumsi oleh tenaga kerja”.

Dalam penyelenggaraan makanan untuk tenaga kerja ini perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Penyelenggaraan makanan.
  2. Petugas penyelenggara makanan.
  3. Sistem pelayanan makanan.
  4. Susunan menu dan nilai gizi makanan.
  5. Dapur dan ruang makan
  6. Hygiene dan sanitasi.

  1. Penyelenggaraan makanan.
         Penyelenggaraan makanan tenaga kerja dimaksudkan setiap usaha yang menyediakan dan memberikan makanan kepada tenaga kerja, baik dengan cara membeli maupun cuma-cuma.
         Penyelenggaraan makanan tenaga kerja itu ada dua kemungkinan yaitu :    
        diselenggarakan sendiri oleh perusahaan dimana tenaga kerja itu bekerja, atau
        diselenggarakan oleh perusahaan lain dengan cara kontrak atau sistem leveransir.
Perlu persyaratan-persyaratan, minimal sebagai berikut :
         Bonafiditas di bidang penyelenggaraan makanan.
         Punya dapur & perlengkapan dapur sendiri yg memenuhi syarat kesehatan lingkungan yg baik.
         Punya tenaga gizi untuk dpt memberikan pelayanan yg tepat serta pengawasan yg memadai terhadap nilai gizi makanan, kebersihan & kesehatan makanan yg diselenggarakan.
         Punya tenaga pelaksana, yg minimal harus mengerti hal2 yg berhubungan dgn kesehatan, kebersihan, dll, shg tidak mrpk sumber penular suatu penyakit via makanan.
         Bertanggung jawab thdp tugasnya & mau patuh pd segala perjanjian penyelenggaraan makanan.

  1. Petugas penyelenggara makanan.
Baik atau tidaknya mutu makanan yg diselenggarakan sangat tergantung dari tenaga penyelenggaranya.
Untuk dapat terjaminnya mutu makanan yg diselenggarakan maka bagi tenaga penyelenggara diperlukan persyaratan2 sbb :
  1. Harus senantiasa bebas dari segala macam penyakit menular à diperlukan pengujian kesehatan badan, baik pengujian kesehatan badan awal, berkala maupun khusus yg meliputi pemeriksaan fisik lengkap, X-ray dada & pemeriksaan laboratorium.
  2. Minimal mempunyai pengetahuan tentang kebersihan dan kesehatan, dan cara-cara mengelola bahan makanan.
  3. Tidak mempunyai kebiasaan buruk, spt:
        banyak bicara pd waktu menyediakan makanan,
        kalau batuk/bersin di depan makanan,
        suka meng-garuk2 bgn tubuh tertentu selama bekerja mengolah makanan,
        tidak bertanggung jawab terhadap tugasnya,
        pemabuk, dsb.
  1. Mempunyai disiplin kerja yg baik, terutama selama menyelenggarakan makanan, spt: memakai alat2 pelindung, misalnya topi, skort/celemek (pakaian kerja yg diperlukan), tidak merokok, dsb.

  1. Sistem pelayanan makanan.
Dilihat dari cara penyajiannya, maka sistem pelayanan itu dapat dibedakan atas :
    1. Kafetaria dimana tenaga kerja dapat memilih makanan yang disenangi dengan cara membeli dengan harga murah.
    2. Kantin dimana tenaga kerja mendapat makanan cuma-cuma.
    3. Dibagikan di tempat kerja.
    4. Dibagikan di lapangan tanpa tempat makan khusus.
Pelayanan makanan untuk TK di lapangan atau di tempat kerja yg terpencar2 dapat dilakukan pula dgn menggunakan unit mobil keliling.
Pelayanan makanan untuk TK di lapangan dilakukan karena tidak tersedianya ruang makan & fasilitas2 lainnya.
Maka untuk pelayanan makanan TK di lapangan, agar dapat dilaksanakan dengan baik, perlu dilakukan tindakan sebagai berikut :
         Pada waktu makan, semua kegiatan dihentikan.
         Menentukan t4 (areal) makan yg cukup memenuhi syarat kesehatan, bila mungkin dibuat tenda/bangunan darurat.  
         Paket makanan harus memenuhi syarat seperti besar porsi, mutu gizi, rasa & kebersihan.
         Menyediakan fasilitas cuci tangan yg cukup, sesuai dgn jumlah tenaga kerja yg akan makan.
         Menyediakan fasilitas makan walau dgn sederhana spt, meja & kursi makan, meja untuk membagi makanan dsb.
         Bila paket tsb berupa bungkusan dari daun, maka pembungkusan & penyiapan mknn hrs dmk rupa shg tetap memenuhi syarat2 pd waktu dikonsumsi o/ TK.
         Syarat2 lain, sesuai dgn anjuran pengawas kesker.

  1. Susunan menu dan nilai gizi makanan.
         Untuk mendapatkan menu yg baik, dapat diterima oleh TK yg akan dilayani, maka dalam menyusun menu perlu diperhatikan hal2 sbb:
        Makanan harus bervariasi setiap harinya shg tidak membosankan. Sebaiknya menu disusun untuk 10 hari dgn variasi yg menarik.  
        Zat2 makanan yg diperlukan harus senantiasa terkandung dgn lengkap & berimbang dalam menu yg disusun.
        Makanan harus menarik, mempunyai rasa yg baik & sesuai.
        Makanan yg disediakan harus td: bahan2 makanan yg biasa dimakan & bukan merupakan yg dipantangkan, baik karena adat kebiasaan maupun karena larangan agama.
        Dpt mencukupi kebutuhan kalori dgn porsi yg dapat dihabiskan.
        Makanan yg diselenggarakan di tempat kerja harus memenuhi syarat gizi, yaitu cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Untuk menjamin tercukupinya kebutuhan zat-zat gizi tsb diatas maka makanan harus mempunyai nilai gizi yg berimbang.
Nilai gizi makanan yg berimbang dpt diperoleh dgn susunan menu yg berpedoman kepada 4 sehat yaitu terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayuran & buah-buahan.
Khusus untuk keadaan & tempat2 kerja tertentu (tambang-tambang, kerja malam, dsb) & yg bekerja dgn bahan2 yg berbahaya sebaiknya diberikan tambahan susu atau telur.
        Catatan : Susu tidak bersifat anti racun terhadap bahan-bahan kimia yang berbahaya, tetapi hanya dapat mempertinggi daya tahan tubuh.
         Susu adalah salah satu bahan makanan yg sangat baik karena disamping mengandung hampir semua zat2 gizi yg diperlukan tubuh, juga dpt dgn mudah diserap oleh alat pencernaan dalam tubuh.

  1. Dapur dan ruang makan
         Untuk dapat berjalannya fungsi dapur dengan baik, maka perlu diperhatikan beberapa hal antara lain :
Letak dapur.
         Yaitu tidak jauh dari ruang makan, tidak berhubungan langsung dgn tempat kerja yg lain, mudah untuk dibersihkan, mudah untuk menerima & membagi bahan makanan & makanan jadi.
Fasilitas dapur dan ruang makan.
         Dapur & ruang makan harus mempunyai fasilitas peralatan & saniter yg cukup seperti tempat cuci, tempat cuci tangan, tempat menyimpan makanan & alat2, tempat sampah dsb.
Keadaan/kondisi dapur & ruang makan harus :
         Mudah dibersihkan.
         Mempunyai penerangan yg cukup.
         Mempunyai ventilasi yg memadai.
         Tidak menyebarkan panas, bau, uap yg merangsang ke tempat2 lain.
         Lantai2nya tidak licin & terbuat dari bahan2 yg mudah dibersihkan.
         Mempunyai ruangan yg cukup luas shg memudahkan untuk bergerak bagi orang yg bekerja & menggunakannya.
         Untuk ruang makan, sesuai dgn standar kebutuhan ruangan.
         Harus bebas serangga & binatang mengerat.

  1. Hygiene dan sanitasi.
  • Cara2 penyelenggaraan & pelayanan makanan harus memenuhi syarat2 hygiene & sanitasi, untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap makanan, karena makanan yg tercemar itu sangat berbahaya bagi kesehatan konsumen.
  • Pencemaran itu dapat terjadi pd waktu pembelian, penyimpanan, pengolahan, pengangkutan, pembagian & konsumsi.
  • Oleh karena itu dalam tahap2 ini perlu diperhatikan faktor hygiene & sanitasi, yaitu antara lain pd :
    1. Pengolahan.
    2. Transportasi.
    3. Pembagian/distribusi.
    4. Konsumsi.

    1. Pengolahan.
        Pemilihan bahan mentah yg baik & segar.
        Pemisahan dalam mengerjakan bahan baku dgn bahan yg sudah dimasak.
        Makanan yg sudah dimasak, hindari sentuhan langsung dengan tangan.
        Alat-alat yg digunakan dalam pengolahan harus dijamin kebersihannya.
    1. Transportasi.
        Dalam keadaan tertutup atau bebas dari kontaminasi serangga & benda-benda yg kotor.
        Menggunakan alat-pengangkut yg baik & bersih.
    1. Pembagian/distribusi.
        Alat-alat yg digunakan harus bersih & baik.
        Cara membagikan harus sedemikian rupa shg terhindar dari kontaminasi dari serangga & barang/alat-alat yg kotor.
    1. Konsumsi.
         Sebelum makan, tenaga kerja harus dibiasakan :
1.      Cuci tangan sampai siku dgn air & sabun.
2.      Cuci muka & berkumur-kumur.
3.      Pakaian harus bebas dari debu/kotoran-kotoran lain yang berbahaya.

PEMBINAAN & PENGAWASAN

  1. Tujuan.
Pembinaan dan pengawasan bertujuan untuk menciptakan kontinuitas terhadap :
         Pelaksanaan norma dan peraturan perundangan yang ada hubungan dengan kesehatan tenaga kerja umumnya, dan gizi tenaga kerja pada khususnya.
         Pelaksanaan usaha perbaikan dan peningkatan gizi tenaga kerja.
         Evaluasi terhadap keadaan gizi tenaga kerja.



2. Pelaksana.
Pembinaan & pengawasan dilakukan oleh :
         Pengawas kesehatan kerja, terhadap hal-hal yg umumnya menyangkut aspek kesehatan tenaga kerja (pengawasan berkala).
         Tenaga yg ditunjuk oleh pengusaha, terhadap pelaksanaan pembinaan & peningkatan gizi tenaga kerja (pengawasan rutin).

3. Jenis Kegiatan.
Pembinaan & Pengawasan yg dilakukan ada 2 :
  1. Pembinaan & pengawasan rutin yg meliputi :
        Besar porsi, nilai gizi, rupa, rasa, kebersihan makanan yg diberikan kpd TK serta keluhan2 terhadap makanan yg diberikan
        Penyelenggara seperti kebiasaan2 buruk yg dpt mencemarkan makanan, keadaan kesehatan & hygiene perorangan.
        Tempat2 (dapur & ruang makan) & peralatan makan agar senantiasa dalam keadaan baik & bersih.
      B. Pembinaan & pengawasan berkala yg meliputi :
        Semua yg dilakukan dalam pengawasan rutin.
        Evaluasi tehadap perubahan makanan, keadaan kesehatan & gizi TK, antara lain pemeriksaan kesehatan badan berkala termasuk gizi, sikap TK terhadap penyelenggaraan makanan.

4. Sistim Pembinaan & Pengawasan.
         Sistem pembinaan  dan pengawasan dilakukan sesuai dengan hubungan skema berikut :

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar